Yang dimaksud dengan Contrast Ratio adalah ukuran rasio dari luminance warna yang paling terang hingga luminance warna tergelapa yang dapat ditampilkan. Namun, display contrast Rasio sebenarnya dapat diukur dengan beberapa metode, dan hasil yang didapatkanpun bisa berbeda-beda dari masing-masing metode tersebut.
Mungkin kita akan bingung bahwa beberapa model LCD TV memiliki 10x contrast ratio yang lebih tinggi dibanding dengan yang lain. Perbedaan utamanya terletak pada ketidakjelasan antara panel contrast dan dynamic contrast.
Panel contrast adalah natural contrast ratio pada panel LCD TV. Ini menunjukkan antara luminance dari warna yang paling terang dengan warna yang paling gelap yang dapat dihasilkan secara simultan pada setiap waktunya oleh display (panel).
Dyanamic Contrast adalah ratio dari luminance warna yang paling terang dan warna paling gelap yang dapat dihasilkan pada satu waktu tertentu saja. Dynamic contrast disini menggunakan software untuk mengontrol intensitas cahaya dari backlight. Pada saat backlight menjadi dimmer, pada saat gambar gelap maka akan didimmer menjadi gelap semuanya, begitu pula sebaliknya pada kondisi gambar cerah/terang. Meskipun Dynamic Contrast memiliki angka yang jauh lebih tinggi dari panel contrast, itu tidak berarti bahwa panel tersebut mampu menghasilkan contrast yang lebih tinggi disetiap saatnya. Dalam kata lain, sebenarnya, panel contrast tidak berubah.
Kalau mau di telaah lebih dalam, contrast ratio lebih dipengaruhi oleh kondisi cahaya disekitarnya. Pada suatu ruangan yang ideal, ruangan tersebut mampu menyerap semua pantulan cahaya dari LCD TV, dan satu-satunya cahaya yang kita lihat di ruangan tersebut hanya berasal dari LCD TV. Dengan kondisi cahaya tersebut, contrast rasio dari gambar akan sama dengan contasrt rasio yang di klaim suatu produsen merk LCD TV tersebut. Ruang tamu, atau kamar tidur masih memantulkan beberapa cahaya kembali kearah LCD TV, sehingga pantulan cahaya tersebut menurunkan contrast rasio dari gambar teresebut.
Untuk dapat sepenuhnya menikmati kualitas gambar, kita harus berada didalam kamar yang sangat gelap. Oleh karena tidak ada pantulan cahaya dari sekitarnya. Bagaimanapun, tidaklah umum untuk konsumen untuk menonton TV pada kondisi seperti tersebut diatas. Oleh karena itu paling tidak ada sedikit cahaya atau cahaya yang cukup dari matahari pada ruangan itu. Pada design glossy ( piano finish), cahaya yang ada pada ruangan tersebut akan terpantul mengarah kepada frame LCD TV tersebut, yang akan mengganggu kenikmatan kita menonton TV. Pada Matt finsih, pantulan cahaya dari sekitarnya dapat dikurangi( minimize). Toshiba memprioritaskan pada kenikmatan untuk menonton TV daripada penampilan dari designnya.
Tetapi tentunya Toshiba juga akan mengkuti tren yang ada sesuai dengan keinginan konsumen. Diman kita sudah mengetahuinya pada LCD TV model-model terbaru sudah ada yang menggunakan glossy (piano finish).
Sebenarnya, ketajaman dan kecerahan Samsung LCD TV di set pada level yang sangat tinggi yang sebenarnya tidak masuk akal. Itu membuat ilusi bahwa gambar yang dihasilkan terlihat sangat baik. Tetapi efek dari tingkat kecerahan yang tinggi dan ketajaman yang tinggi menciptakan tingkat noise yang tinggi dan efek overshooting.
Kalau kita amati gambar tersebut secara seksama, kita akan mendapatkan gambar yang penuh dengan noise, terutama pada gambar yang memiliki detail sempurna. Kontur gambar yang dihasilkan akan terdapat efefk artifical outlining yang disebut overshooting.
Toshiba lebih mengutamakan keseimbangan antara ketjamanan dan kecerahan gambar untuk menghasilkan kontrol yang baik pada tingkat noise dan reproduksi gambar yang natural.
Dilihat dari keputusan konsumen, bahwa LCD TV sudah mengambil alih kebutuhan akan Plasma TV. Kelebihan dari LCD TV dibandingkan dengan Plasma TV adalah sebagai berikut:
Ukuran yang lebih banyak.
LCD TV memiliki ukuran yang lebih banyak dari inch kecil hingga 50 inch. Range tersebut lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing rumah tangga. Bagaimanapun juga, Plasma TV fokus kepada ukuran yang pada umumnya 42 inch dan yang lebih besar.
Bebas dari efek burn-in
LCD TV bebas dari masalah efek burn-in ( tanda yang ditimbulkan pada panel karena menampilkan gambar statis, terutama pada gambar terang). Jadi dapat dikatakan Plasma TV memiliki masalah seperti ini. Sekali masalah burn-in ini timbul, maka tidak dapat diperbaiki dan tanda tersebut secara permanen akan tetap timbul pada panel tersebut.
Perawatan yang mudah
Pada saat LCD TV dan Plasma TV jadi berumur (setelah pemakaian beberapa lama), tingkat kecerahan gambar dari panel akan berkurang. Untuk LCD TV, backlight dapat diganti untuk mengembalikan tingkat kecerahan gambar seperti semula, sama seperti barunya. Tetapi pada Plasma TV, kita tidak dapat melakukan apapun, kecuali mengganti keseluruhan panel dari Plasma TV dimana harga dari panel itu sendiri hampir sama dengan harga TV baru.
Konsumsi daya listrik yang lebih rendah
LCD TV mengkonsumsi daya listrik lebih rendah dari Plasma TV, jika diukur maka LCD TV lebih hemat 30% memakai daya listriknya dibandingkan Plasma TV. Plasma TV memakai daya listrik lebih besar dikarenakan adanya kemampuan self-emitting-nya.
Panas yang dihasilkan lebih kecil
LCD TV memakai backlight untuk meghasilkan cahaya, dimana backlight ini sama seperti lampu neon. Panas yang dihasilkan lebih kecil.
Berat yang lebih ringan
LCD TV lebih ringan jika dibandingkan dengan ukuran Plasma yang seukuran, ini membuat LCD TV lebih mudah untuk dipindahkan ataupun digantungkan didinding.
LCD (Liquid Crystal Display)
LCD Display dibuat dari gabungan thin-film trasnistor (TFTs) yang kecil. Direspon dengan arus listrik, Liquid(cairan) didalam melewatkan atau menahan cahaya putih yang dihasilkan oleh backlight. LCD menghasilkan warna melalui proses menutup dan membuka. Mereka akan menahan panjang spektrun warna tertentu dari warna putih dan akan melewatkan warna yang benar/sesuai. Dan intensitas dari cahaya yang dilewatkan untuk melalui liquid crystal matrix ini yang membuat LCD TV menghasilkan dan kaya akan warna-warna garadasi.
Plasma Display
Plasam display adalah self emitting display. Layar Plasma TV dibuat dari individual pixel cell yang dimana memperbolehkan pulsa listrik untuk menstimulasi natural gas - biasanya xenon dan neon- yang membuat menjadi menyala. Cahaya ini meng iluminasi keseimbangan yang sesuai antara fosfor warna merah, hijau atau biru pada setiap selnya untuk menghasilkan urutan warna yang sesuai dari cahaya.
Semakin tinggi resolusinya, tentunya harganya akan semakin mahal. Tetapi itu semua tergantung dari kebutuhan anda akan kualitas LCD TV. Oleh karena itu, pembeli yang pintar tentu sudah memprediksikan kedepan akan kesempatan untuk menonton HD Program dan perbedaan kualitas dari kedua pilihan diatas.
Full HD LCD TV
Full HD LCD TV berarti panel displaynya memiliko resolusi horizontal 1920 dan vertical 1080, dengan kata lain 1920x1080. Dapat dikatakan memiliki lebih dari 2 juta pixels.
Full HD Panel sangat sesuai dengan penyiaran High Definition (1920x1080) dan spesifikasi HD DVD. Oleh karena bisa menampilkan reproduksi pixel ke pixlel tanpa penurunan resolusi. Kualitas gambar dijamin terbaik.
HD Ready LCD TV
HD Ready LCD TV berarti display panel memiliki vertical resolusi sama dengan dan lebih dari 720, dengan komnbinasi resolusi yang berbeda-beda. Yang paling umum adalah 1366x768, dimana memiliki lebih dari 1 juta pixel.
HD Ready LCD TV juga dapat menerima HD sinyal seperti : siaran Digital broadcast dan HD DVD, dimana resolusi yang tinggi tersebut disesuaikan dengan resolusi dari panel tersebut. Tetapi bagaimanapun, kualitas gambar akan sedikit berkurang.
Sebuah LCD TV Digital sudah memiliki digital tuner untuk menerima siaran digital. Ini adalah cara yang paling mudah untuk menikmati siaran digital.
Alternatif lain, normal LCD TV tetap dapat menerima siaran broadcast melalui Digital Set-top Box. Untuk mempermudah, Digital Set-top Box bisa dipertimbangkan sebagai tuner digital diluar LCD TV yang dapat menerima dan men decode sinyal digital.
Tidak benar sebetulnya, itu karena pada saat ini dari source-nya, resolusi HD Sinyal yang ada di masyarakat, di rekam pada 1080i(interlace) format. Sebagai contoh, HD DVD dan siaran digital sebenarnya direkam pada HD 1080i. Yang melakukan proses de-interlace menjadi siyal progressive melalui built in I/P converter untuk meng-generate menajdi sinyal HD1080p(progressive) adalah HD DVD player dan HD Set-top Box.
Pada dasarnya, semua yang ditunjukan oleh LCD TV adalah dalam bentuk progressive. Meskipun sinyal yang masuk HD 1080i, dengan TV built in converter I/P(Interlace/Progressive) mengubah sinyal interlace menjadi sinyal progressive sebelum ditampilkan pada layar. Dengan kata lain, HD1080p sinyal tidak akan melewati konverter I/P didalam TV dan akan dihasilkan langsung. Oleh karena itu, tidak akan terlihat perbedaan yang besar pada kualitas gambar yang dihasilkan HD1080p dan HD1080i pada layar LCD TV, karena keduanya akan dihasilkan dilayar dengan format HD1080p. Kalaupun ada perbedaannya terletak pada kualitas dari converter I/P.
Kata 100 Hz seharusnya disebut double scan. PAL signal pada 50Hz akan di double scan menjadi 100 Hz dan NTSC sinyal 60Hz akan menjadi 120Hz. Keuntungan dari 100Hz LCD TV adalah menghasilkan gambar bergerak yang lebih halus bebas dari efek blur dan ujung gambar yang tidak rata.
Motion picture dihasilkan oleh bentuk banyak static frame yang bergerak cepat. Dengan adanya tambahan frame, gambar yang dihasilkan akan semakin halus. Hz mewakili banyaknya frame yang ditunjukan dalam 1 detik. Normal LCD TV menghasilkan 50Hz (PAL) dan 60Hz(NTSC). Efek gambar yang kurang jelas timbul pada pergerakan gambar yang cepat, ini disebabkan karena sifat hold, sifat alami LCD(Satu frame gambar yang didisplay akan tertahan hingga frame berikutnya muncul). Sehingga gambar bergerak yang terus menerus menimbulkan jittered pada frame berikutnya, dan menimbulkan efek blur. Efek blur pada gambar bergerak akan lebih terlihat pada Layar yang lebih besar di LCD TV.
Dengan membuat double dari frame, teknologi 100Hz memperpendek waktu holding pada setiap frame hingga setengahnya, meminimalisasi efek blur dengan efektive. Gambar bergerak dan tulisan yang bergerak ( running text) yang melewati LCD TV akan terlihat lebih halus dan tajam tanpa ada efek patah-patah.
Salah satu yang menjadi pertimbangan pada saat berencana mau membeli TV adalah ukuran dari layar. Ukuran dari LCD TV adalah salah satu kesalahan dari pembeli yang nantinya akan membuat pembeli kecewa setelah membeli. Oleh karena itu kita harus berhati-hati jika ingin membeli ukuran layar LCD TV atau plasma TV.
Ada beberapa tip sebagai pertimbangan anda:
1. Ukurlah ukuran ruang dimana anda berencana meletakkan TV anda. Dengan melihat jarak menonton TV anda bisa menentukan TV ukuran berapa yang sesuai. Dibawah ini beberapa saran mengenai ukuran layar TV jika dibandingkan dengan jarak menonton:
Jarak menonton TV tergantung ukuran TV yang anda rencana miliki. Ini hanya panduan dan itu semua kembali kepada pilihan dari pembeli, karena ada yang suka lebih dekat dari jarak yang ada pada panduan begitu pula sebaliknya.
| Ukuran TV : | Jarak menonton yang direkomendasi | |
| a) Type 20 - 27 | 80 cm - 1.5 m | |
| b) Type 32 - 37 | 1.8 m - 2,4 m | |
| c) Type 42 - 46 | 3 m - 4.3 m | |
| d) Type 50 keatas | 3.7 m - 4.9 m |
2. Periksa ruang kosong yang tersedia dimana anda akan meletakkan LCD TV anda. Jika anda adalah orang yang suka mengundang teman-teman anda kerumah, anda tentu akan lebih memilih ukuran TV yang besar meskipun tempatnya tidak memadai.
3. Tentukan apakah anda mau menaruhnya di dinding atau meletakkannya diatas meja. Kalau anda memilih untuk meletakkannya diatas meja, periksa kekuatan dari meja tersebut mampu untuk menahan berat TV.
4. Tentukan jika anda mau speaker yang ada disamping atau dibawah. TV dengan speaker yang ada dibawah akan membantu untuk mengurangi space yang terpakai. Jika anda membeli TV dengan speaker yang ada disapming, jangan lupa untuk menhukur besarnya speaker tersebut.
5. Rencana budget anda dengan seksama, jikalau anda mau membeli TV dengan layar lebar. Layar TV yang lebih besar harganya tentunya lebih mahal.
6. Tentukan kegunaan dari TV anda. Jika anda berencana untuk mengadakan presentasi melalui konputer ataupun permainan inteaktif, ukuran layar TV merupakan suatu hal yang penting.
Viewing angle adalah sudut maksimum yang dapat dilihat pada saat menonton TV. Jika melihat pada sudut yang yang sangat besar, kemungkinan besar gambar akan terlihat tidak begitu bagus kualitasnya.
Viewing angle pada TV diukur dari satu sisi ke sisi lainnya, jika diukur flat, memberikan maksimum viewing angle 180 derajat. Posisi yang terbaik untuk dapat menonton TV adalah didepan layar TV itu sendiri.
Dengan peningkatan teknologi yang terus maju, sangat dimungkinan untuk dapat melihat TV dari sudut yang sangat lebar. Meskipun LCD TV menawarkan sudut pengelihatan hingga 170 derajat, namum kualitas gambar akan berkurang karena semakin jauhnya anda melihat dari pusat TV tersebut.
Sebelumnya memanggil teknis servis, harap periksa pada table berikut mengenai kemungkinan penyebab gejala dan beberapa solusinya.